Humor

Keislaman

Tips

Adab Mencari Ilmu

Hasil gambar untuk mencari ilmuHiii gaes......apakabar hari ini...? Masih dalam kesendirian...? hahahha, sama....

Dalam posting kali ini, pengeeeeen banget ngasih tulisan yang di nukil* dari kitab Ta'lim Muta'lim mengenai ADAB DALAM MENCARI ILMU.

Seperti diketahui bersama, banyak beredar di internet mengenai perilaku KIDS ZAMAN NOW terhadap gurunya, miriiissss...sungguh miris. Ada yang melaporkan gurunya ke orang tua gara-gara di marahin karena tidur dikelas, yang akhirnya berakhir dengan tuntutan kepala sekolah kepada guru tersebut untuk keluar dari tempatnya mengajar, ada pula yang merokok di kelas karena dianggap gurunya sudah sangat friendly dengan muridnya, sehingga mereka mbejujag (tidak tahu sopan santun). MasyaAllah.....

Sebelum membaca ulasan dibawah ini, ada baiknya, kita membaca surat Al-Fatihah kepada beliau As-Syaikh Nu’man bin Ibrahim ibn Khalil az-Zarnuji Taj ad-Din sebagai pengarang kitab Ta'lim Muta'lim.

Oke, mari kita simak bersama, bagaimana dalam Kitab Ta'lim Muta'lim dibahas mengenai ADAB DALAM MENCARI ILMU.

1. Memahami Hakikat Mencari Ilmu, bahwasanya mencari ilmu adalah sebuah kewajiban, tholabul 'ilmi faridhotun 'ala kulli muslimin wa muslimatin, untuk itu dalam mencari ilmu hendaknya kita bersungguh-sungguh karena itu adalah sebuah kewajiban kita.

2. Menata Niat, tak asing di telinga kita bahwa innamal a'malu binniyat, maka disaat berangkat mencari ilmu, hendaknya kita menata hati untuk niat mencari ilmu karena Allah Ta'ala, sehingga apa yang kita kerjakan di majelis ta'lim dalam mencari ilmu di catat sebagai suatu ibadah, tentunya dengan meminta izin dan ridho dari kedua orang tua terlebih dahulu, kalau budaya masyarakat Indonesa, sebelum berangkat belajar ke sekolah atau kampus biasanya minta uang saku salim kepada kedua orang tua.

3. Memilih Teman, bukan berarti pilah pilih temen lho gaes, tetapi memilih teman belajar, bisa diartikan memilih teman yang bisa saling support dalam proses kita mencari ilmu, sederhananya kalau mau kerja kelompok, kita mesti memilih teman yang rajin, pinter dan mau diajak bekerjasama kan...? Nah, begitupula dalam mencari ilmu, kalau kita berteman sama orang yang males-malesan, jarang berangkat kelas, suka nikung banyak bercanda dari pada seriusnya, ha yo gak maju maju pikiran kita dalam menyerap ilmu, masih dijelasin sama dosen/guru, malah bikin story di Instagram, lagi disuruh presentasi didepan, malah enak-enakan chat-an di WA, kan kammmmm....ah sudahlah.

4. Memuliakan Ilmu dan Memuliakan Orang yang Berilmu, sumber dari segala ilmu adalah Allah SWT, jadi memuliakan ilmu adalah memuliakan penciptanya, banyak kasus adek-adek di SMP/SMA males sama Matematika karena sulit dipahami dan emang karena males ajaaah, yaa selamanya dia gak bakala bisa, ha wong deket aja gak mau, kog mau sayang bisa...kan repot. Untuk itu, kita perlu memuliakan semua ilmu, jangan pilih-pilih ilmu yang mau kita dapat, ikhlaskan hati dan pikiran untuk menerima ilmu yang akan disampaikan. Nah diantara memuliakan ilmu adalah :
- Memegang buku tulis/buku ajar dengan tidak serampangan alias dijaga, tidak dicengkiwing (bahasa opooo kuwi), kalo melihat para santri yang mau ngaji, biasanya mereka membawa kitabnya diletakkan didada dan dipegang dengan tangan kanan dalam keadaan suci pula (memiliki air wudhu).
- Meletakkan buku tulis/buku ajar tidak disembarang tempat, ya biar gak keinjek adikmu pas lari-lari, gak ketumpahan kopimu, intinya diletakkan di tempat yang sepantasnya.
- Memperindah tulisan, naah, bagi kamu yang tulisannya kek cakarayam, berlatih deh, kan itu buku bakalan jadi peganganmu minimal satu semester, otomatis bakal kamu baca kan kalau mau ujian, kalo tulisanmu saja, gak bisa kebaca, mau pake konyaku penerjemahnya DORAEMON....?
Selanjutnya adalah memuliakan orang yang berlimu, disini bisa DOSEN/GURU, bisa juga TEMAN yang lebih dulu mengerti bahasan/ilmu tersebut. Jangan mbejujag dihadapan DOSEN/GURU, banyak kasus murid memberikan nama panggilan kepada guru/dosennya karena killer atau apalah-apalah. Pliisss gak usah diterusin, ITU GAK ADA FAEDAHNYA. Atau sama temen yang kutu buku, ya jangan kamu bully, bisa jadi karena wasilah dari dia, Allah membukakan pikiranmu untuk bisa menerima ilmu tersebut.

5. Bersungguh-sungguh, Tidak Bosan dan Memiliki Cita-cita, otomatis kan, kalo kamu pingin studimu selesai, yo harus bersungguh-sungguh, tenanan, ojo mok sambi karokean terus. Allah akan memberikan jalan bagi orang yang bersungguh-sungguh. Kemudian tidak bosan ketika mendapat suatu permasalahan, ha wong masih bab 3 banyak revisian aja, udah males garap skripsi...kek gitu kog mau dapetin anak orang.....HAAAAAAH.
Kemudian, memiliki cita-cita, bukan cita-citata, sesungguhnya memiliki cita-cita akan membantumu menaikkan semangatmu dalam belajar. (Bahasa Gue Tuh, Keren Gak).

6. Tawakal, kalo sudah berusaha sekuat tenaga dan pikiran, tapi masih mentok, bersabarlah....tawakal, kembalikan semuanya kepada sang pemilik ilmu, Allah lebih tahu mana yang sesuai kadarmu.

7. Lembut Kepada Teman dan Saling Menasehati, ora pisuh-pisuhan terus, berucaplah yang lembut kepada temanmu, itu akan berefek pada polapikirmu nantinya dan saling memberikan nasehat yang baik kepada temanmu.

Nah, sementara itu dulu pembahasan mengenai ADAB DALAM MENCARI ILMU. Sebetulnya masih banyak uraiannya, saya ambil beberapa point agar pembaca mau mencari lagi apasaja ADAB DALAM MENCARI ILMU, temuilah guru ataupun kyai untuk memperdalam khazanah keilmuanmu, ojo mung sinau mbek gugel, gugul gak bisa memberimu ijazah. :)

Semoga bermanfa'at bagi pembaca.

Tulisan lain mengenai adab seorang murid kepada guru, bisa dilihat disini.


No comments:

Post a Comment