Humor

Keislaman

Tips

Kuliah Dulu Atau Kerja Dulu ?


Pertanyaan yang sering muncul di benak para tamatan SMA/SMK/ sederajat. Mau kuliah dulu, atau kerja dulu, atau kuliah sambil kerja....?

Kuliah dulu, bagi beberapa siswa yang terlanjur kaya berasal dari keluarga mampu, tidak akan menjadi persoalan, tetapi bagi sebagian siswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, akan menjadi persoalan baru ketika dibebankan dengan biaya kuliah yang seabrek dengan tetek bengeknya.

Kerja dulu, naaah biasanya, banyak yang mengambil jalan ini setelah tamat dari jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat karena dirasa sudah memiliki kompetensi untuk bekerja dan banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan tamatan SMA/SMK sederajat, tetapi kendala yang biasa ditemui adalah, ketika sudah terlalu sibuk dengan target-target dari perusahaan, untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, menimbulkan rasa malas yang enggan pergi, terlebih setelah bekerja, calon mertua sudah pingin ngemong cucu dan akhirnya....anggaran untuk kuliah dipakai untuk resepsi pernikahan.....hahahhahaaaaaa

Kuliah sambil kerja, pilihan yang dianggap tepat bagi sebagian mahasiwa zaman now, karena banyaknya pilihan kerja paruh waktu yang bisa dilakukan tanpa mengganggu jadwal perlkuliahannya, tetapi lagi-lagi permasalahan target dari perusahaan yang kadang membuat sungkan untuk masuk kelas mengikuti perkuliahan.

Kok, ribet banget ya...mau kuliah saja ndadak mikir seperti itu....
lho... Masa Kuliah, adalah masa transisi dimana mental yang tadinya hanya berpangku tangan kepada walimurid, berganti menjadi mental yang harus siap dipisui keadaan. Dari mulai pemilihan Universitas, Jurusan dan lain-lainnya pun, perlu dipikirkan matang-matang agar 14 7 semester yang nantinya akan ditempuh tidak berakhir sia-sia.

Bagi pemuda-pemudi yang sudah terbiasa sibuk dengan pekerjaan dirumahnya dan harus membagi waktu juga untuk sekolah, akan menjadi hal yang biasa saja dalam menyikapi keadaan ini....tetapi untuk sebagian pemuda-pemudi yang masih sering minta uang pulsa ke mamahnya, akan menjadi momok mengerikan ketika dipisui keadaan.

Naaah, sebagai bahan pertimbangan untuk dedek-dedek emesh mahsiswa/i yang baru masuk ataupun adek-adek yang akan melanjutkan studinya di perguruan tinggi, opsi yang saya tawarkan ini, bisa dilakukan (semoga bermanfaat).
Cara ini dilakukan sebagian teman mahasiwa saya dulu ketika duduk dibangku kuliah, KULIAH SAMPAI SEMESTER 4 DAN MULAI BEKERJA PARUH WAKTU DI SEMESTER 5. Alasannya realistis, ibarat balapan, dia ngebut dulu di lap awal, semaksimal mungkin untuk meraih IPK ISTIMEWA (3,5 keatas) dan mulai bekerja di semester 5 yang mata kuliahnya mulai sedikit (otomatis tugas kuliah juga sedikit). Naaaah, dalam jangka waktu 2 tahun (4 semester), diusahakan untuk tidak meninggalkan 1 pun matakuliah yang ditawarkan, masalah biaya...jika anda tergolong dari keluarga mampu tidak akan ada masalah, dan untuk anda yang mengalami masalah ekonomi, bisa mengajukan beasiswa CSR dari perusahaan atau dari yayasan-yayasan pendidikan lainnya, untuk yang ini, tetep harus melalui prosedur-prosedur yang ditetapkan pihak yang bersangkutan.

Cukup sekian share info dari kakak imut saya, kurang lebihnya mohon maaf.

No comments:

Post a Comment