Sudah hari kesekian saat pemerintah Indonesia menghimbau masyarakat untuk #dirumahaja, walaupun sebagian masyarakat masih melakukan aktifitas diluar. Kebijakan Pemkot Pekalongan baru saja rilis per 1 April 2020 (Semoga bukan dalam rangka April Mop) untuk membatasi jam malam bagi masyarakat Kota Pekalongan beraktifitas di luar rumah dari pukul 21.00 - 04.00 WIB disambut beragam komentar dari masyarakat, ada yang setuju agar penyebaran virus tidak semakin meresahkan, tapi ada juga yang sambat, lha sing dodolan sego megono dalu-dalunan, rugi aaa (yang jualan nasi megono tengah malam, rugi dong) dan berbagai komentar lainnya.
Tetapi tahukah temen-temen, kalau pahala #dirumahaja saat terjadi wabah setara dengan orang yang mati syahid walaupun tidak meninggal ?
Menukil kalam KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf, API Tegalrejo Magelang), Menurut Gus Yusuf, seperti dikutip di laman nu.or.id, diam di rumah (stay at home) adalah salah satu ikhtiar pemerintah dan masyarakat mencegah penyebaran virus corona.
Diam di rumah bisa bernilai ibadah dan memberi pahala jika didasari niat yang baik dan ikhlas. Diam di rumah juga masih bisa tetap belajar, tetap produktif, dan juga tetap menghasilkan.
Tetapi tahukah temen-temen, kalau pahala #dirumahaja saat terjadi wabah setara dengan orang yang mati syahid walaupun tidak meninggal ?Menukil kalam KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf, API Tegalrejo Magelang), Menurut Gus Yusuf, seperti dikutip di laman nu.or.id, diam di rumah (stay at home) adalah salah satu ikhtiar pemerintah dan masyarakat mencegah penyebaran virus corona.
Diam di rumah bisa bernilai ibadah dan memberi pahala jika didasari niat yang baik dan ikhlas. Diam di rumah juga masih bisa tetap belajar, tetap produktif, dan juga tetap menghasilkan.
“Stay at home saat terjadinya wabah itu berpahala, bahkan pahalanya seperti orang mati syahid,” tegas Gus Yusuf berdasar Kitab Fathul Bari juz 10, Rabu (25/3/2020).
Dalam hadits yang diceritakan dari Aisyah RA, Rasulullah mengatakan bahwa sesungguhnya tha’un (sejenis wabah penyakit menular) itu merupakan peringatan Allah bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan rahmat bagi orang-orang beriman.
مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِى بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ ، وَيَمْكُثُ فِيهِ ، لاَ يَخْرُجُ مِنَ الْبَلَدِ ، صَابِرًا مُحْتَسِبًا ، يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ
“Tiada orang yang pada saat musim wabah tha’un melanda dan dia berdiam diri di negaranya dengan sabar dan beribadah kepada Allah, meyakini bahwa dia tidak akan terkena suatu bencana kecuali atas takdir Allah atas dirinya, maka dia akan dicatat mendapatkan pahala orang syahid,” jelas Gus Yusuf.
Dengan berdiam diri di rumah, lanjutnya, masyarakat tidak berarti tidak peduli dan hanya berpangku tangan terhadap kondisi yang ada. Hakikatnya, diam diri di rumah merupakan wujud membantu para tenaga medis yang sedang bekerja di rumah sakit dengan tidak menambah pasien lagi.
Jadi, saat kita #dirumahaja dan sabar serta terus menerus beribadah kepada Allah, kemudian yakin bahwa tidak akan terkena bencana kecuali atas takdir dari Allah, maka selownya kita, rebahannya kita, sabarnya kita, dapet pahalanya orang yang syahid.
Semoga wabah ini cepat berakhir, dan kita bisa melakukan aktivitas lagi seperti biasanya. Aamiin
No comments:
Post a Comment