Kita sering mendengar maqolah dari imam syafi'i, "Diamnya Orang Berilmu, lebih baik dari pada bicaranya orang bodoh". Nah, orang-orang jahil ini, sekarang mendominasi karena banyak orang berilmu mengikuti maqolah dari imam syafi'i. Saya bukan menyuruh untuk tidak mengikuti maqolah dari imam syafi'i, bukan... Tapi, inilah saat, dimana orang berilmu, mengisi media sosial. Bukan karena apa-apa, fenomena akhir zaman, orang-orang jahil itu punya banyak panggung karena orang - orang berilmu banyak yang diam. Bisa karena malas menanggapi, bisa karena memang tidak perlu ditanggapi, tapi bagi orang awam macam saya ini, ya akhire gak bisa membedakan, mana kalam yang dari orang ber ilmu, atau kalamnya orang jahil, wong tiap ada info dikit aja, yang nyebarin banyak orang, jadi inget kasus 7 kontainer... Hmmmm...
Lebih tepatnya, mendesak orang-orang jahil ini tidak memiliki panggung di media sosial untuk menyebar kejahilannya, karena media dipenuhi oleh postingan yang sarat akan ilmu dari orang berilmu.
Tapi, sering netijen yang budiman itu tak mau membaca atau bahkan melirik postingan yang seperti itu, mayoritas netijen Indonesia, lebih suka dengan postingan yang sesuai dengan pilihan politiknya, ha piye... Wong tsunami selat Sunda saja, dikaitin sama pilpres, mereka percaya og... Kurang percoyonan opo jhal wong Indonesia iku?.
Untuk itu, wahai orang berilmu... Apapun ilmu yang dimiliki... Mari sebarkan ilmu itu di media sosial, misal pinter masak, ya sebarin ilmu nguleg sambelnya ke mak mak muda itu, biar ilmu nguleg nya bisa bermanfaat, misal pinter bal-balan, ya di share ilmu cara nendang bola yang bener, biar kek ronaldo misale.
Nah bagi para santri, jebolan pondok pesantren... Kita sedang krisis kajian-kajian ahlussunnah berbasis onlen di berbagai platform media sosial. Kekosongan itu dimanfaatin sama MINHUM untuk menyebarkan virus radikalisme, wahabisme, dan aliran-aliran non ahlussunnah lainnya.
Bikin lah quote-quote dari para yai, atau nyomotin dari kitab yang dipelajari di pondok, biar bisa di "maem" sama netijen di sosial media, karena kebaikan yang kita sebar, sekecil apapun bakalan kita dapat balasannya.
فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُ
Wallahu a'lam.

No comments:
Post a Comment