Fenomena viralnya capres fiktif Nurhadi - Aldo di berbagai platform media sosial menggelitik saya untuk menulis postingan ini. Betapa tidak, baru lahir beberapa minggu kemarin, akun IG-nya sekarang sudah melebihi akun media partai besar di Indonesia, malahan di twitter, akun @mdgarislucu men-tweet, "pendukung @nurhadi_aldo yang notabene capres jadi-jadian kebanyakan akun asli, sementara dua capres lain yang notabene asli, sebagian pendukungnya justru akun jadi-jadian.. ".
Dilihat dari sudut pandang sebuah karya, pasangan DILDO (red. akronim Nurhadi - Aldo) ini berbeda dari yang lainnya, menukil statemennya komika nasional Pandji Pragiwaksono, "Sedikit beda, lebih baik...daripada sedikit lebih baik", sepertinya desainer DILDO ini memakai cara tersebut, sehingga pasangan capres fiktif ini tiap hari makin bertambah followers-nya.
Dilihat dari sudut pandang ekonomi, akun @nurhadi_aldo yang telah memiliki ratusan ribu followers, bisa saja beralih menjadi akun bisnis untuk jualan, lho..bagaimana tidak, dengan followers sebesar itu, dengan sangat mudah untuk menerima endorsment dari perusahaan alat pembesar kelamin misalnya, wkwkkwkkwkkkk
Atau, mungkin karena kejenuhan masyarakat Indonesia, yang setiap hari, disuguhi dengan narasi narasi provokatif sebagai teknik black campaign atau negative campaign di berbagai media sosial, postingan-postingan dari Nurhadi - Aldo ini menggelitik untuk di simak, karena memang mengundang tawa dengan akronim-akronim-nya. wkakakkaakk
Yah, memang sepertinya akan semakin meriah pesta demokrasi di Indonesia di tahun 2019 ini, tetap ingat....tanggal 27 April 2019, datang ke TPS untuk memberikan hak suara anda, jangan males-malesan, kalo mau golput, itu juga hak anda....tapi ya jangan sampe kertas suaranya kosong blong...kalau mau golput, ya coblos saja semua (red. biar terbaca sebagai rusak), agar kertas suara yang kosong, tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
M. Nuskan Abdi

No comments:
Post a Comment