Udah jarang ngepost tulisan, jadi lupa caranya ngetik kek gimana..wkwkwk
Oke, jadi gini gaes...
Kemarin pagi, dapet nemu thread di facebook, sebuah posting unfaedah si sebetulnya, tapi ya karena penasaran, diklik-lah kolom komentar, untuk sedikit mengetahui apa saja dan siapa saja yang menanggapi thread tersebut, ehhh ternyata ada salah seorang akun yang poto profilnya adalah sesosok wajah yang terlihat tidak muda lagi, berpenampilan perempuan, dan saya yakin mesti si pemilik akun tersebut adalah emak-emak.
Dalam kolom komentar tersebut, blio (emak-emak tersebut) mengirimkan komentar dengan menyertakan sebuah screen capture dari sebuah portal berita digital, detik(dot)com yang telah di edit sedemikian rupa dari berita aslinya.
Karena saya ngerti, tuh gambar editan, tak tanyain emak-emaknya dengan bahasa yang agak mendayu, "Linknya ada? atau mau tak editin biar lebih alus?", dan tanpa disangka....si emak ngebalesin dengan gaya typo yang pastinya tidak disengaja, "cara aca sendiri, biar anda lebih tau..." (pasti temen-temen tau apa yang dimaksud dari komen ini, walopun typo).
Dengan berbagai drama di kolom komentar, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengomen di thread itu, ya karena keinget kalo thread itu unfaedah.
Dari sekelumit cerita diatas, setelah bertapa bermuhasabah, dapet sebuah kesimpulan, bahwasanya "quu anfusakum wa ahlikum naaro" yang sering dipahami, orang tua yang musti melindungi (kontrol) terhadap keluarga (anak dan istri/suami) dari siksaan api neraka, bergeser menjadi Kontrol Anak terhadap Medsos Orang Tua.
Ya, karena itu tadi, yang ditanyain di yaumul hisab, bukan hanya perilaku, tindak tanduk di dunia nyata saja, tapi gusti Allah juga tau perilaku dan tindak tanduk di dunia maya....nah sebagai anak yang berusaha melakukan "birul walidain", sudah semestinya anak mengontrol media sosial orang tua :), biar gak ikut-ikutan main tik-tok, terjerumus membagikan postingan hoax yang akhirnya bermuara pada penyesalan tiada akhir kalau sampai berhubungan dengan pihak cyber kepolisian, apalagi sampai bunuh-bunuhan kek yang kemarin pernah ada....naudzubillah.


No comments:
Post a Comment